Mei 23, 2026

Perjalanan ke Rumah Kakek

Libur telah tiba. Horaayy. Dira senang sekali karena libur panjang kenaikan kelas sudah didepan mata.

Liburan kali ini Dira berlibur ke rumah kakek. Rumah kakek Dira berada di Jepara. Sebuah kota kecil di pesisir Jawa Tengah bagian utara.

Dira berangkat dari Bandung pukul enam pagi. Bersama ayah dan bunda. Ayah mengendarai mobil. Bunda duduk disebelah ayah. Dan Dira duduk dibelakang sendiri. Perjalanan dari Bandung ke Jepara memakan waktu sekitar delapan jam. Melalui jalan tol hingga Semarang, kemudian jalan luar hingga masuk kota Jepara.

Dira menikmati perjalanan di jalan tol. Melewati terowongan kembar Cisumdawu. Yang membelah bukit sepanjang hampir 500 meter. Pemandangan disepanjang jalan tol Cisumdawu sangat indah. Bukit, lembah, sungai dan awan cerah dengan bermacam bentuk abstraknya adalah lukisan alam yang sempurna.

Setelah dua jam perjalanan, Dira sampai di rest area Cirebon. Ayah berhenti untuk mengisi bensin. Sambil menunggu, Dira pun mengobrol dengan bunda. Kata bunda, ada beberapa makanan khas Cirebon yang terkenal. Yaitu empal gentong, tahu gejrot, nasi lengko, mie koclok dan nasi jamblang.

Bunda paling suka empal gentong. Empal gentong merupakan hidangan berkuah yang berisi potongan daging sapi atau jeroan. Terdapat dua pilihan kuah dalam empal gentong, yaitu kuah santan kaya rempah yang gurih atau kuah bening yang cenderung asam dan segar. Disematkan kata gentong karena proses memasaknya didalam kuali tanah liat (gentong).

Setelah selesai mengisi bensin, Dira melanjutkan perjalanan kembali. Melewati kota Tegal yang terkenal sebagai kota Bahari. Ayah bercerita, Kota Tegal merupakan tempat asal mula Warteg (Warung Tegal). Kini warteg menjelma seperti virus, ada disetiap sudut kota. Dengan sistem tunjuk lauk, makanan khas Nusantara dan harga yang cukup terjangkau. Bahkan berkat komunitas diaspora Indonesia yang besar, kini warteg juga ada di Amerika, Belanda, Jepang dan Korea. Selain masyhur dengan warteg-nya, Tegal juga memiliki makanan khas yang terkenal, yaitu sate kambing muda, tahu aci, soto tauco dan teh poci. Dira suka sekali sate kambing muda. Potongan daging sate nya besar-besar tapi tetap empuk dan tidak alot.

Di Tegal bagian selatan terdapat gunung  berapi yang masih aktif. Yaitu Gunung Slamet. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.400 mdpl yang menjadikan Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Setelah kota Tegal, Dira singgah di kota Pekalongan. Kata bunda, Pekalongan terkenal dengan kerajinan batik. Bahkan sampai keluar negri. Berbagai jenis kerajinan batik dihasilkan di Kampung Batik Kauman dan Pasar Setono Pekalongan. Seperti pagi ini, Bunda singgah ke Pasar Setono untuk membeli mukena dan sprei dari batik. Bagus sekali. Warnanya cerah, motifnya bunga-bunga. Dira suka.

Tepat pukul 12.00 Dira sampai di Kota Semarang. Dira beristirahat dan makan Soto Semarang. Tak lupa ayah memesan minum es dawet duren. Sungguh enak sekali makanan khas Semarang. Setelah selesai makan, bunda berbelanja bandeng presto, wingko babat dan lumpia. Oleh-oleh khas Semarang untuk Kakek. Kakek sangat suka bandeng presto yang digoreng dengan baluran telur. Lezaat sekali katanya.

Dira, ayah dan bunda kembali melanjutkan perjalanan. Kota terakhir sebelum Jepara adalah kota Kudus. Kudus terkenal sebagai kota kretek. Karena ada beberapa pabrik rokok terkenal disini. Salah satunya pabrik rokok terbesar di Indonesia adalah Djarum. Kudus juga terkenal dengan Jenang Kudus. Makanan tradisional mirip seperti dodol, bertekstur kenyal dan berasa manis legit. Terbuat dari campuran tepung beras ketan, gula aren, santan kelapa dan rempah-rempah yang dimasak lama. 

Empat puluh lima menit dari Kota Kudus sampailah Dira, ayah dan bunda ke rumah kakek di Jepara. Kakek sudah menunggu diteras depan rumah. Senyum lebar dan pelukan hangat penuh bahagia dari kakek menunggu kehadiran Dira, ayah dan bunda.

 

Bandung | Mei 2026 | Ika Puspitaningtyas

#ceritaanak


Camping

Hari ini, lily pergi camping di kaki gunung.

Bersama ayah, bunda dan kak kika.

Di sepanjang perjalanan, lily melihat banyak pohon pinus dan kebun teh. Berwarna hijau seperti permadani yang sangat luas.

Setelah sampai di camping ground, lily senang sekali. Banyak tenda berwarna-warni seperti jamur di padang rumput.

Udara di pegunungan bersih, segar dan juga dingin. Tak lupa lily memakai jaket agar badan tetap hangat. Lily senang meniup udara hingga keluar asap dari mulutnya.

Malam tiba, terdengar riuh suara tonggaret saling bersahutan. Tonggaret, serangga hutan bertubuh mungil namun memiliki suara yang nyaring.

Bunda memasak sayur berkuah dan lauk yang lezat. Kami pun makan malam bersama. Makan di tenda dengan udara yang dingin sungguh nikmat.

Setelah makan malam, ayah menyusun kayu bakar. Kemudian menyalakannya menjadi api unggun. Ayah, bunda, kak kika dan lily menghangatkan badan dengan duduk melingkar didepan api unggun.

Udara semakin dingin saat malam tiba.  Kami bersiap-siap masuk kedalam tenda. Didalam tenda lebih hangat. Ayah, bunda kak kika dan lily pun beristirahat.

 

Bandung | Mei 2026 | Ika Puspitaningtyas

#ceritaanak


Agustus 11, 2024

Banana Bread




Dapat ide buat bikin banana bread atau bolu pisang saat kemarin siang dapat kiriman pisang ambon dari tetangga depan rumah. Pisang ambonnya sudah terlalu matang. Jadi kurang selera untuk dimakan langsung.

Duuhh tapi sayang banget kalau dibuang begitu saja, mubadzir, karena masih ada sekitar 10 buah. Akhirnya scrolling nyari resep bolu pisang dan ketemu resep yang simpel banget tanpa mixer dan pakai bahan-bahan yang ada didapur.

Alhamdulillah pas udah jadi langsung dilahap aliya dengan antusias. Aliya approved. 

Note :

Topping pisang diatasnya ternyata malah bikin tekstur bolu  jadi benyek. Kedepannya kalau bikin lagi pakai topping choco chip atau almond aja.


Resep Banana Bread ala #dapurummina

Bahan-bahan :

- 450 gr pisang (ambon) yang sudah masak (ditimbang tanpa kulit)

- 120 gr margarin/mentega (8 sdm) dicairkan

- 2 butir telur

- 1/2 sdt vanili bubuk

- 80 gram gula pasir (5 sdm penuh)

- 50 gram gula palem (3 sdm penuh)

- 1 sdt baking powder

- 1/4 sdt baking soda

- 1/4 sdt garam

- 1/2 sdt bubuk kayu manis (optional)

- 1 sachet susu bubuk (optional)

- 230 gram terigu (23 sdm)


Topping (Optional)

- Chocochips

- Almond slice

- Pisang ambon dibelah melintang menjadi 2 bagian


Cara membuatnya :

- Siapkan loyang yang sudah diberi alas kertas roti.

- Panaskan oven disuhu 160 derajat, api atas bawah, 15 menit sebelum adonan banana bread masuk

- Lumatkan pisang dengan garpu. Tidak perlu sampai benar-benar halus. Biar nanti saat sudah jadi masih ada tekstur pisangnya.

- Campur dengan bahan basah. Yaitu telur, margarin cair, pisang yang sudah dilumatkan.

- Aduk sampai rata dengan menggunakan wisk

- Seteleh tercampur rata, masukkan bahan kering. Gula pasir, gula palem, baking powder, baking soda, vanilli bubuk, garam, kayu manis bubuk. Terakhir masukkan tepung terigu yang sudah diayak sebelumnya. Tujuannya agar tepung mudah tercampur rata dan tidak menggumpal.

- Aduk hingga rata, tidak perlu berlebihan. Karena kalau over mix adonannya akan lebih keras.

- Setelah tercampur rata, tuang kedalam loyang, ratakan dan taburkan topping diatasnya.

- Masukkan adonan banana bread ke dalam oven. Panggang selama 60 menit dengan suhu 160 derajat, api atas bawah yang sudah dipanaskan sebelumnya.

- Lakukan tes tusuk, jika tidak ada adonan yang basah dan tusukan bersih artinya banana bread sudah matang dan siap dikeluarkan dari loyang.

- Biarkan disuhu ruang, setelah dingin, potong sesuai selera


Bandung, 11 Agustus 2024

#bananabread

#resepdapurummina




Desember 26, 2023

Hari ini, 15 tahun yang lalu


 Hari ini 15 tahun yang lalu menjadi hari yang menegangkan sekaligus mengharukan. Prosesi sakral malam itu membuatku menitikkan air mata. Berjuta perasaan tumpah ruah menjadi satu.


Kemudian tinggal kita berdua. Untuk pertama kalinya kita sedekat itu. Kikuk, canggung, malu malu, grogi menjadi satu. Tapi engkau menenangkanku, mengecup dengan penuh rasa.


Kisah kita mulai di hari itu. Meniti langkah pertama hingga sampai pada ribuan langkah dihari ini.


15 tahun, bukanlah waktu yang sesaat. Banyak cerita yang telah kita lalui bersama. Cerita yang mengantarkan kita untuk terus belajar. Belajar untuk mengenali diri sendiri, belajar untuk saling memahami dan belajar untuk membaca arah dari Nya.


Terimakasih sayang,

Sudah mendampingiku dititik terendah yang pernah kuhadapi


Terimakasih sayang,

Sudah memberi arti dan warna dalam hidupku


Terimakasih sayang,

Sudah menjadi imam, guru, sahabat, partner dan kekasihku


Kini kita bergandengan tangan bersama, melanjutkan perjalanan yang sudah kita mulai. Menuju masa depan dengan optimis dan penuh cinta.


Semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu


Dan semoga Allah selalu menjaga kesucian cinta kita hingga kelak kita dipertemukan lagi disurgaNya


Jogja, 26 Desember 2023

With love, ummina


Desember 19, 2023

Chef Amru


Awal liburan semester 1 ini anak-anak kelas 2 Sekolah Citra Alam Yogyakarta mendapat tugas memasak kemudian menuliskan resep masakan yang dibuat. Dan dikumpulkan menjadi buku resep masakan.

Kebetulan liburan ini kami sudah merencanakan mudik ke Tegal. Dan hari jumat nya jadwal mudhifa kakak dan mba di pesantren.



Alhasil Amru baru bisa mengerjakan tugas nya pagi tadi. Sekaligus 5 menu dalam sehari. Hihihihiii..

Menu pertama amru membuat jus jerus. Pas kebetulan dikulkas ada buah jeruk. Tinggal diperas dan ditambahkan air dingin.




Menu kedua Amru membuat wedang jahe sereh madu untuk abi. Dan es melon serut untuk saya bawa ke arisan bulanan ibu-ibu Sekolah Citra Alam.

Menu terakhir Amru saya ajak memasak asem-asem daging dan tempe goreng sekalian saya menyiapkan untuk sarapan.

Setelah selesai semua sesi masak memasak kemudian Amru mengedit foto dan menambahkan tulisan langkah-langkah memasak berikut bahan-bahannya.

Tralaaaa.. selesai sudah tugas-tugas memasak amru.



Ternyata kalau segala sesuatu kita pandang dari sisi simpel dan tidak mempersulit diri semua akan menjadi mudah dan menyenangkan.


Jogja, 19 Desember 2023

@ummina